Senin, 09 April 2012

ROM (Range of Motion)


A.         Pengertian Range of Motion (ROM)
         Range of motion atau rentang gerak merupakan jumlah maksimum gerakan yang mungkin dilakukan sendi pada salah satu dari tiga potongan tubuh: sagital, frontal, dan transfersal. Potongan sagital adalah garis yang melewati tubuh dari depan ke belakang, membagi tubuh menjadi bagian kiri dan kanan. Potongan frontal melewati tubuh dari sisi ke sisi dan membagi tubuh menjadi bagian depan dan belakang. Potongan transfersal adalah garis horizontal yang membagi tubuh menjadi bagian atas dan bawah.
            Pada ROM terjadi latihan gerakan sendi yang memungkinkan terjadinya kontraksi dan pergerakan otot. Klien menggerakan masing-masing persendiannya sesuai gerakan normal baik secara aktif ataupun pasif.
Persambungan tulang atau sendi (artikulasi) adalah pertemuan dua buah tulang atau beberapa tulang kerangka. Artrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang persendian.
Alat gerak dibagi atas :
a.       Alat anggota gerak pasif :Gerakan yang dilakukan oleh kerangka tulang badan
b.      Alat anggota gerak aktif : Gerakan yang dilakukan oleh otot-otot badan
Umumnya rangka tulang terbentuk dari tingkat pendahuluan dari jaringan rawan ada juga sebagai pengganti (tulang keras) dan jaringan ikat sebagai jaringan penutup.Sendi adalah tempat dua tulang atau lebih saling berhubungan baik terjadi pergerakan atau tidak.Dalam perkembangan jaringan ikat diganti oleh jaringan rawan.
Untuk memungkinkan terjadinya gerakan maka ditempat tertentu ada jaringan ikat dan jaringan rawan diganti dengan jaringan tulang pada ujung tulang akan tinggal suatu lempeng jaringan rawan sebagai rawan sendi. Stabilitas sendi bergantung pada :
a.       Permukaan sendi, bentuk tulang memegang peranan penting pada stabilitas sendi.
b.      Ligamentum, ligamentum fibrosa mencegah pergerakan sendi secara berlebihan. Kalau regangan terus berlangsung lama, ligamentum fibrosa akan teregang.Ligamentum elastis sebaiknya  mengembalikan panjang asal setelah teregang, misalnya tulang pergerakan memegang peranan aktif dalam menyokong sendi dan membantu menegmbalikan tulang pada posisi asalnya setelah melakukan pergerakan.
c.       Tonus otot, pada kebanyakan sendi tonus otot merupakan factor utama yang mengatur stabilitas.
Persyarafan sendi
Kapsul dan ligamentum mendapat saraf sensoris.Pembuluh darah mendapat serabut saraf otonom simpatis. Rawan yang meliputi permukaan sendi mendapat sedikit ujung saraf dekat pinggirnya.
Peregangan berlebihan pada kapsula dan ligamentum menimbulkan refleks kontraksi otot sekitar sendi.Peregangan yang berlebihan akan menimbulkan rasa nyeri. Serabut simpatis mengatur suplai darah pada sendi.Menurut hokum Hilton, saraf yang mempersarafi sendi juga mempersarafi otot yang menggerakkan sendi dan kulit insersi otot tersebut.
Sendi utama terdiri dari :
·         Sendi fibrus atau sinartrosis, ialah sendi yang tidak bergerak, misalnya persambungan tulang bergigi (sutura) yang terdapat pada kepala sela antara tulang pipih yang menyatukan os frontal, os parietal, os temporal, os etmoidel. Sendi sindesmosis, permukaan sendi dihubungkan oleh membrane pada sendi tibia dan fibula inferior. Sendi tulang rawan (amfiartrosis), ialah sendi dengan gerakan sedikit, permukaan dipisahkan oleh bahan antara yang memungkinkan sedikit gerakan. Misalnya, sendi pada simfisis pubisdipisahlan oleh tulang rawan.
·         Sendi antara manubrium sterni dan korpus sterni, sendi pada tulang rawan primer yang dijumpai pada epifisis dan diafisis tulang pipa .
·         Sendi sinovial (diartrosis), persendian yang bergerak bebas dan terdapat banyak ragamnya dan semua mempunyai cirri yang sama. Ciri-ciri sendi yang bergerak bebas : ujung tulang masuk dalam formasi persendian, ditutup oleh tulang rawan hialin, ligament untuk mengikat tulang-tulangnya bersama.Sebuah rongga persendian terbungkus oleh sebuah kapsul dari jaringan fibrus dan diperkuat oleh ligamen.
Sendi sinovial
Sendi synovial terdiri dari :
1.      Sendi putar, bongkol sendi tepat masuk dalam mangkok sendi yang dapat memberikan selurih arah, misalnya sendi panggul, dan sendi peluru yang tepat di bahu.
2.      Sendi Engsel, satu permukaan bundar diterima oleh yang lain sedimikian rupa sehingga gerakan hanya dalam 1 bidang dan 2 arah, misalnya sendi siku dan sendi lutut.
3.      Sendi kondiloit, seperti sendi engsel tetapi dapat bergerak dalam 2 bidang dan 4 arah, lateral, kedepan dan kebelakang.Fleksi, ekstensi, abduksi, dan adduksi, misalnya pergelangan tangan.
4.      Sendi berporos, atau sendi putar, pergerakan sendi memutar seperti pergerakan kepala sendi. Atlas berbentuk cincin berputar disekitar prosesus odontoid. Contoh lain adalah gerakan radius di sekitar ulna pronasi dan supinasi.
5.      Sendi Pelana atau sendi timbale balik, misalnya sendi rahang dan tulang metakarpalia pertama (pergelangan tangan) yang dapat memberikan banyak kebebasan uuntuk bergerak, misalnya ibu jari dapat berhadapan dengan 5 jari lainnya.
Pembatasan gerak sendi
Pergerakan sendi banyak ditemukan oleh permukaan persendiaan, misalnya dibatasi oleh prosesus olekrani pada sendi bahu, ligament iliofemoral pada sendi panggul.
Kalau melihat bentuk-bentuk sendi tersebut diatas maka pergerakan tulang dapat benar-benar bebas.Tetapi kenyataan dalam pergerakan sehari-hari tidak demikian halnya, oleh karena pergerakan tersebut dihalangi dan dibatasi oleh otot yang terdapat di sekeliling sendi dan juga adanya ikat sendi. Pada sendi panggul, ikat sendi ini amat banyak sehingga pergerakan sendi tersebut sangat terbatas.
Persendian menurut tempat
Sendi anggota gerak atas
  1. Sendi pergelangan bahu
Art.Sternoklavikular. Sendi ini adalah hubungan antara gelang bahu batang badan, antar perssternalis klavikula manibrium sterni rawan iga I, sebelah atas berhubungan dengan klavikula dan sebelah bawah dengan sternum.
Alat- alat khususnya :
·         Kapsula artikularis, jaringan fibrosa sekeliling sendi
·         Ligamentum sternoklavikular yang menghubungkan ujung medialis klavikula dengan manubrium sterni
·         Ligamentum interklavikular menghubungkan kedua ujung klavikula dengan ujung kranialis sternum
·         Ligamentum kostaklavikular menghubungkan tuberositas kostalis klavikula dengan rawan iga I
·         Discus articularis terletak antara permukaan sendi sternalis klavikula, melekat pada tepi atas belakang permukaan sendi klavikula
Art. Akromioklavikular. Sendi ini merupakan hubungan antara ekstremitas akromialis dan klavikula.
Alat-alat khususnya :
·         Kapsula artikularis, terletak di atas dan di bawah ligamentum akromioklavikularis superior dan inferior
·         Ligamentum akromioklavikularis superior, menghubungkan  bagian atas ekstremitas akromialis klavikulare dengan permukaan atas akromion
·         Ligamentum akromioklavikularis inferior, di bawah artikulatio akromioklavikularis
·         Ligamentum korakoklavikulare, menghubungkan prosessus korakokoideus dengan tuberositas korakoklavikula
·         Ligamentum trapezoideu, bagian anterior dan lateral
Art.humeri. Persendian ini merupakan sendi peluru karena kaput humeri merupakan sebuah bola yang melekat pada bagian dalam bidang skapula denagn kaput humeri
·         Gerakan antefleksi dan retrofleksi, gerakan berlangsung sekeliling sumbu dengan gerakan horizontal
·         Gerakan abduksi dan adduksi, gerakan berlangsung dalam bidang scapula sekeliling sumbu, gerak yang sagitalis dan tegak lurus pada bidang scapula
·         Gerakan rotasi, gerakan sekeliling sumbu yang memanjang pada sumbu humerus, ketiga sumbu gerak berpotongan tegak lurus di kaput humeri
  1. Sendi siku (art.cubiti)
Bagian ini merupakan artikulasiokomposita, pada sumbu ini bertemu humerus, ulna dan radius.Sedangkan menurut faalnya sendi ini merupakan suatu sendi engsel yang terdiri dari 3 bagian
Art.Humeroulnaris. Sendi antara trokhlea humeri dan insisura semilunaris ulnae. Kedua permukaan sendi mempunyai bidang pertemuan yang terletak pada sikap lengan yang sedikit diketulkan sehingga merupakan sikap terbaik bagi lengan untuk menerima tumpuan.
Art.Humeroradialis. Sendi antara capitulum humeri fovea capitulum radii.
Art. Radio ulnaris proksimal. Sendi antara sirkumferensia artikularis radii dan insisura radialis ulna.
Alat-alat khususnya :
·         Kapsula artikularis melekat pada epikondilus medialis permukaan depan.Humerus diatas fossa koronoidea dan fossa radialis sebelah bawah melekat padapermukaan anterior prosessus koronoideus ulnae
·         Ligamentum kolateral ulnae, ligamentum ini tebal merupakan 3 buah pita berbentuk segitiga, ligamentum ini berhubungan dengan M.Triseps Braci, flexor carpi ulnaris, nervus ulnaris merupakan origo dari M.Flexordigitorum sublimis
·         Ligamentum kolateral radiale merupakan pita sederhana yang menghubungkan epikondilus lateralis humeri dengan ligamentum ulnare berhubungan dengan M.Supinator
·         Art.radioulnaris proximal, merupakan sendi antara sirkumferensia artikularis radii dengan insisura radialis ulna dan ligamentum ulnare
·         Art. Radioulnaris distalis, sendi antara sirkumferensia articularis capituli ulna dengan insisura radii.Rongga sendi berbentuk huruf L dibentuk oleh ulna dan radius permukaan sendi sangat luas sehingga terdapat kemungkinan yang luas untuk pergerakan spinalis dan pronasi
·         Sinartrosis, kedua ulna dan radius dihubungkan oleh koroidea oblique dan membrane interrosa antebrakhii
  1. Sendi Lengan bawah dan tangan
Art. Radiokarpal. Merupakan sendi ellipsoid, hubungan antara ujung distal radialis yang merupakan lekuk sendi dan os navikulare, lunatum dan triquitrum merupakan kepala sendi yang terletak disebelah distal.
Art. Karpometacarpae, terdiri dari :
a.    Art carpometacarpae I (pollicis), hubungan antara os metacarpal I dan os multangulum manus merupakan sendi pelanan simpai sendi sangat longgar sehingga pergerakan lebih luas
b.    Articulationes carpometacarpae II-V, sendi antara ossa carpalia dan ossa matacarpalia II-V
Articulationes intermetacarpae, basis ossis metacarpalia II-V bersendi satu sama lainnya dengan satu permukaan sendi yang kecil
Articulationes metacarpophalangeal, merupakan sendi antara ossis metakarlia, kepala sendi dengan basis ossis palanx I merupakan lekuk sendi
Articulationes digitorum manus, sendi antara palanx I,II,III merupakan sendi-sendi engsel yang diperkuat oleh (lig.vaginale,lig.kollateral,lig.posterior)
Persendian gelang panggul
Sendi pinggul adalah sendi synovial dari varietas sendi putar. Kepala sendi femur ke dalam asetabulum tulang koksa. Sendi ini tebal dan kuat, membatasi gerakan sendi ke seluruh arah dan membentuk sikap tegak tubuh dalam keadaan berdiri, gerakan sendi fleksi, ekstensi, abduksi, endorotasi, dan eksorotasi.
a.       Articulatio sakroilliaka
Persendian antara os sacrum dengan os ileum melalui fascies artikularis ossis illii dan fascies artikularis ossis sacrum.Sendi ini merupakan hubungan antar gelang pangguk dengan rangka badan yang identik dengan artikulasio sternoklavikularis. Artikulasio ini mempunyai gerakan yang sangat kecil karena banyak cekungan, cembungan dan persendian tidak rata, selain itu banyak ligamentum pada sendi
b.      Art.Simfisis Pubis
Hubungan antara kedua os pubis.Di dalamnya ada suatu kavum yang disebut pseudokruris berupa kartilago dinamakan fibrokartilago interpubis.
c.       Artikulatio koxae
Persendian ini merupakan enarthrosis spheroidea, diperkuat oleh ligamentum illeo femorale sehingga caput femoris bisa keluar dari lekuknya dan berada di bawah os ileum.
d.      Persendian tungkai atas dan lutut
Articulatio genu menghubungkan permukaan ujung tulang distal os femur dengan permukaan ujung proksimal tibia yaitu antara condilus medialis dan lateralis ossis femur dengan fascies articularis superior ossis tibia. Di depan sendi ini terdapat patella.
Sendi lutut adalah sendi engsel yang dibentuk oleh kondilus femoralis yang bersendi dengan permukaan dari kondilus tibia.Patela terletak di atas permukaan yang halus pada femur tetapi tidak termasuk dalam sendi lutut.
Persendian Tungkai bawah
            Persendian ini merupakan persendian antara fibia dan fibula.
  1.  Artikulatio Tibia-tibula Proximal
Sendi yang terdapat antara facies artikularis kapitulungfibula ossis pada kondilus dengan fascies artikularis fibularis ossis pada kondilus fibia, ikat sendi ligamentum tibio fibularis proximal
  1. Sindesmis tibio fibularis
Persendiian antara fascies artikularis tibialis ossis fibulae dengan insisura fibularis ossis tibialis.Ikat sendi terdiri dari :
·         Ligamentum tibio fibularis inferior-anterior
·         Ligamentum tibio fibularis inferior posterior
·         Ligamentum tibia fibularis transversa
  1. Hubungan antara Krista interosea fibula dan Krista interosea tibia
Hubungan ini terbentag melalui membrane interrosa kruris yang terbentang dari proksimalis di bawah colum fibulae ke distal samping batas 1/3 distal os tibia dan os fibula. Arah serabut membrane unterosa cruris dari medial dan lateral bawah menuju os fibula.
  1. Persendian kaki
Art.talo tibia fibularis.Art talo tibia fibularis (pergelangan kaki, antar fascies articularis tali os tibia dan os fibula dengan trochlea tali bagian medial dan lateral. Bentuk sendi engsel gerakan sendi ini ddapat dilakukan dorsal flexio fan plantar plexio (extensio).
Sendi tibio fibular dibentuk antara ujung bawah kedua tulang tungkai bawah batang dari tulang-tulang itu digabungkan oleh sebuah ligamen antar tulang yang membentuk sebuah sendi ketiga  antara tulang-tulanh itu.
            Art.talo tarsia.Art talo tarsia (sendi loncat), karena pada pergerakan meloncat ada dua bagian :
·         Art talo calcaneo (sendi loncat atas), antara fascies articularis calcanei posterior ossis talus dan fascies articularis tali posterior ossis calcaneus
·         Art talo calcaneo navicularis ( sendi loncat bagian bawah) antara fasies artikular naviculare kalkanei  media anterior dan fasies artikularis naviculare ossis talus dengan fascies tali media anterior ossis calcaneus dan fasies artikularis tali ossis navikularf pedis.gerakan sendi dapat dilakukan dengan dua cara yaitu gerakan plantar fleksi dan adduksi serta gerakan dorsal fleksi kaki disertai adduksi.
Art. Tarso transversa. Art tarso transversa merupakan linea amputasiones choparti. Ada dua bagian yaitu art. Talo navikularis pedis (antara kapitulum tali fascies artikularis tali os navikularis pedis) dan art kalkanea kuboida (antara artikularis kuboidea dari os kolumnae fasies artikularis kalkanei dari os kuboideum). Gerakan rotasi sumbu gerak searah dengan panjang kaki.
Art tarso metatarsea. Sendi ini ada diantara permukaan distal ossa kunaiformi renon I,II,III dengan permukaan proksimal ossa metatarsalia I,II,III. Permukaan sendi distal os koboideum dengan permukaan proksimal ossa metatarsalia IV,V. antara permukaan distal ossa metatarsaliadengan permukaan proksimal ossa falangea I, digiti I,II,III,IV,V.
Art interfalangeal. Ada di antara ruas jari I,II,III masing-masing jari (digiti) I,II,III,IV,V untuk gerakan flexio dan extension (sendi engsel).
Sendi kolumna vertebralis
Kecuali vertebrae servikalis I, semua vertebrae lainnya saling berartikulasi dengan perantaraan artikulasio kartilaginea dan artikulasio synovial.
a.       Sendi antara korpus vertebrae
Permukaan atas dan bawah korpus vertebrae yang berdekatan dilapisi oleh tulang rawan hialin tipis. Di antara lempeng tersebut terdapat diskus intervertebralis yang tersusun oleh jaringan vibrokartilago. Di daerah servikal bawah ditemukan banyak sendi synovial kecil, yaitu di kiri-kanan diskus intervertebralis antara permukaan atas dan bawah korpus vertebrae.
Ligamentum longitudinal anterior dan posterior berjalan turun menyusuri permukaan anterior dan posterior kolumna vertebralis dari cranium sampai sacrum. Ligamentum anterior lebar menempel kuat pada tepi depan sisi kornu vertebrae dan diskus intervertebralis. Sedangkan ligamentum posterior lemah dan sempit, melekat pada posterior diskus.
b.      Sendi di antara arkus vertebrae
Sendi ini terdiri dari dua sendi synovial di antara prosessus artikularis superior dan inferior vertebrae. Fasies artikularis tertutup oleh tulang rawan hialin dan sendi dikelilingi oleh ligamentum kapsularis.
Ligamentum supraspinalis menghubungkan ujung tulang prosessus vertebrae. Ligamentum intersoinalis berjalan di antara prosessus spinosus yang berdekatan. Ligamentum plava menghubungkan dua lamina, berdekatan pada daerah servikal ligamentum supraspinalis dan interspinalis, sangat tebal membentuk lig nuchea meluas dari prosessus spinosus sampai ke protuberonsia oksipitalis eksterna. Permukaan anteriornya melekat erat pada prosessus spinosus servikalis.
c.       Artikulatio atianto oksipitalis
Sendi ini merupakan sendi synovial antara kondius oksipitalis kiri-kanan, foramen magnum, di atas fascies artikularis superior massa lateral, atlas bagian bawah. Membrane atianto oksipitalis anterior merupakan lanjutan ligamentumlongituninale anterius, menghubungkan arcus anterior atas dengan tepi anterior foramen magnum. Membrane atianto oksipitalis superior menghubungkan askus posterior atlas dengan tepi posterior foramen magnum.
d.      Artikulatio atianto aksilaris
Sendi ini terdiri dari 3 sendi synovial antara dens aksis dengan arkus anterior atlas yang lain di antara massa lateralis kedua tulang.
-          Lig apisis dentis, terletak di tengah, menghubungkan apeks dentis dengan tepi anterior foramen magnum.
-          Lig alaria, terletak di kiri kanan ligamentum apicis dentis menghubungkan dens aksis dengan sisi medial condilus oksipitalis.
-          Lig, cruciforme atiantis terdiri dari lig. Transversum atiantis yang kuat dan fasculi longitudinalis yang lemah, ujung transversum  melekat pada bagian dalam massa lateralis atlas dan mengikat aksis.

B. Tujuan Range of Motion (ROM)

1. Meningkatkan atau mempertahankan fleksibilitas dan kekuatan otot.
2. Mempertrahankan fungsi jantung dan pernapasan
3. Mencegah kontraktur dan kekakuan pada sendi

C.   Kegunaan Range of Motion (ROM)
Latihan ROM ini membantu menjaga otot dan sendi yang sehat sebagaimana mestinya. Tanpa latihan ini, aliran darah dan fleksibilitas sendi menurun.

D. Jenis Range of Motion (ROM)

*    ROM pasif
            Perawat melakukan gerakan persendian klien sesuai dengan rentang gerak yang normal (klien pasif). Kekuatan otot 50 %
.

*    ROM aktif
            Perawat memberikan motivasi, dan membimbing klien dalam melaksanakan pergerakan sendi secara mandiri sesuai dengan rentang gerak sendi normal (klien aktif). Keuatan otot 75 %
.

E. Jenis Gerakan Range of Motion (ROM)
*    Fleksi
      Fleksi merupakan gerakan menekuk. Otot yang berperan menimbulkan gerakan menekuk disebut otot fleksor. Misalnya, gerak menekuk pada siku, lutut, dan ruas-ruas jari.
*    Ekstensi
      Ekstensi merupakan gerakan meluruskan. Otot yang berperan menimbulkan gerak meluruskan disebut otot ekstensor. Misalnya, gerakan meluruskan pada lengan.
*    Hiperekstensi
      Hiperekstensi merupakan gerak tulang ekstrimitas ke belakang dalam bidang sagital.
*    Rotasi
      Rotasi merupakan gerak mengelilingi axis panjang. Misalnya, rotasi medial (endorotasi) dan rotasi lateral (eksorotasi)
*    Sirkumduksi
      Sirkumduksi merupakan gerak sirkular (memutar) dengan kombinasi fleksi, ekstensi, abduksi, dan      adduksi.
*    Supinasi
      Supinasi merupakan gerak memutar lengan sehingga telapak tangan menengadah menghadap ke atas. Otot yang berperan menimbulkan gerak supinasi disebut otot supinator.
*    Pronasi
      Pronasi merupakan gerak memutar lengan sehingga telapak tangan menghadap ke belakang (gerakan menelungkup). Otot yang berperan menimbulkan geraka pronasi disebut otot          pronator.
*    Abduksi
      Abduksi merupakan gerak tungkai yang arahnya menjauhi garis tengah atau sumbu tubuh. Otot yang berperan menimbulkan gerak abduksi disebut otot abduktor.
*    Adduksi
      Adduksi merupakan gerak tungkai yang arahnya mendekati sumbu tubuh. Otot yang berperan menimbulkan gerak adduksi disebut otot adduktor.
*    Oposisi
      Oposisi merupakan gerak ibu jari tangan ke ujung jari-jari yang lain.
*    Reposisi
      Reposisi merupakan gerak jari pertama dari gerak oposisi ke posisi anatomis.
*    Inversi
      Inverse meripakan gerak memiringkan telapak kaki ke arah dalam.
*    Eversi
      Eversi merupakan gerak memiringkan telapak kaki kea rah luar.
*    Elevasi
      Elevasi merupakan gerak mengangkat suatu bagian tubuh. Misalnya, gerak membuka mulut.
*    Depresi
      Depresi merupakan gerak menurunkan suatu baian tubuh. Misalnya, gerak mengatup pada mulut.

F. Sendi yang digerakan pada Range of Motion (ROM)
1. ROM Aktif
      Seluruh tubuh dari kepala sampai ujung jari kaki oleh klien sendri secara aktif.
2. ROM Pasif
      Seluruh persendian tubuh atau hanya pada ekstremitas yang terganggu dan klien tidak mampu melaksanakannya secara mandiri.
* Leher (fleksi/ekstensi, fleksi lateral)
* Bahu tangan kanan dan kiri ( fkesi/ekstensi, abduksi/adduksi, Rotasi bahu)
* Siku tangan kanan dan kiri (fleksi/ekstensi, pronasi/supinasi)
* Pergelangan tangan (fleksi/ekstensi/hiperekstensi, abduksi/adduksi)
*Jari-jari tangan (fleksi/ekstensi/hiperekstensi, abduksi/adduksi, oposisi)
* Pinggul dan lutut (fleksi/ekstensi, abduksi/adduksi, rotasi internal/eksternal)
*Pergelangan kaki (fleksi/ekstensi, Rotasi)
* Jari kaki (fleksi/ekstensi)

G. Indikasi Range of Motion (ROM)
* Stroke atau penurunan tingkat kesadaran
* Kelemahan otot
* Fase rehabilitasi fisik
* Klien dengan tirah baring lama
* Penting untuk mempertahankan normal ROM dari sendi dan jaringan lunak
* Menurunkan resiko cedera pada musculotendenous unit
* Mencegah kerusakan dan penyusutan sendi
* Mengurangi bahaya imobilisasi
* Fleksibilitas sendi yang optimal akan mengurangi tekanan untuk sekitar sendi dan sel-sel

H. Kontra Indikasi Range of Motion (ROM)
* Trombus/emboli pada pembuluh darah
* Kelainan sendi atau tulang
* Klien fase imobilisasi karena kasus penyakit (jantung)
* Jangan lakukan latihan ini pada sendi yang terinfeksi
* Jangan dilakukan pada pasien yang hypermobility.
            Hypermobility (juga disebut double jointedness, hypermobility atau sindrom hyperlaxity) menjelaskan sendi yang merentang jauh dari yang biasa. Misalnya, beberapa orang hypermobile mereka dapat menekuk jempol ke belakang pergelangan tangan mereka, mereka menekuk lutut sendi mundur, atau menempatkan kaki di belakang kepala. Hal ini dapat mempengaruhi satu sendi atau beberapa sendi di seluruh tubuh.

I. Perhatian Range of Motion (ROM)
* Monitor keadaan umum klien dan tanda-tanda vital sebelum dan setelah latihan
* Tanggap terhadap respon ketidak nyamanan klien
* Ulangi gerakan sebanyak 3 kali




DAFTAR PUSTAKA

Sumber dari internet:


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar